Oleh: LPM UNMUHA | Januari 29, 2010

Perempuan Berada di Dunia Laki-laki

wartawan : Nurul Izzati dan Yulia Mirna

Ibu (perempuan) adalah sekolah bagi anak-anaknya

Bila engkau persiapkan ,

berarti engkau telah persiapkan bangsa yang baik akhlaknya

Perempuan identik dengan kelembutan. Lebih jauh perempuan sering dikatakan mahluk lemah (kekuatan), ia selalu berada di bawah laki-laki., sehingga perempuan kerap diberikan pekerjaan yang menurut laki-laki adalah pekerjaan ringan tapi sangat membutuhkan energi lebih ekstra. Seperti pekerjaan rumah tangga, mulai dari cuci pakaian, menyiapkan sarapan pagi, membersihkan rumah, menjaga anak, terus menyiapkan makan siang sampai tetek-bengek lainnya. Pada malamnya harus melayani suami. Tak asing juga kita jumpai, perempuan juga harus bekerja untuk membantu pendapatan keluarga. Kita bisa menjumpai di daerah-daerah perkampungan perempuan bekerja banting tulang di sawah atau kebun, sedangkan suami duduk ayem di warung kopi.

“lagian sekarang ini gak ada yang namanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan, sekarang perempuan dan laki-laki sama derajatnya. Tapi kalau dipandang dari segi agamanya, memang perempuan itu dibawah derajat laki-laki, tapi sekarang ini lihat saja, perempuan bisa jadi pemimpin,”

Bagi Syafira, dirinya yang kuliah di Fakultas Tarbiyah dan akan berprofesi sebagai seorang guru nantinya, juga mengatakan kalau dia ikut takwondo hanya sekedar hobi saja, walaupun dia berada di dunia laki-laki seperti itu dia tidak merasa risih dengan pandangan orang terhadapnya.

“selama ini pandangan orang ke saya, InsyaAllah tidak pernah buruk tu!!” tambahnya.

Harapannya, bagi perempuan-perempuan yang bernaung di dunia laki-laki ,agar bisa membawa dirinya ke segi positif  jangan negative, dan tetap menjadi diri mereka sendiri, yaitu perempuan.

Kalau kita lihat perkembangan perempuan masa sekarang, berada didunia laki-laki itu sudah banyak menjadi hal yang sewajarnya dilakukan, dan begitu banyak pula alasan untuk mereka melakukannya, ada yang memang menyukai hal itu, ada yang memang tak punya pilihan lain lagi bahkan ada yang memang melakukanya sebagai gaya untuk ketertarikan orang yang melihatnya., ..allahu ‘alam ….


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.